Coklat Potensi Terbaik

April 17, 2009

Belum lama ini, Frank E Mars, Pemilik MARS Symbioscience, salah satu perusahaan industry kakao terbesar di dunia yang bermarkas di Rockville, Amerika Serikat telah berkunjung ke Indonesia. Selama 6 hari kunjungannya, dia melihat secara langsung kebun para petani kakao di Sulawesi Selatan yang merupakan pemasok 25% bahan baku industry kakao MARS Symbioscience.

kakao
Pada saat audiensi dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Selasa, 10 Pebruari 2009, Mr. Mars mengatakan bahwa hampir semua negara produsen kakao di dunia mempunyai masalah yang sama, yaitu semakin menurunnya produktivitas tanaman kakao sebagai akibat dari menipisnya unsur hara tanah dan serangan hama penyakit, serta menurunnya kualitas lingkungan kebun. Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk “mencuri start” merebut pasar dunia mendatang, yaitu dengan cara segera memulai program pengembangan perkebunan kakao rakyat berkelanjutan dan ramah lingkungan. Program ini tidak hanya akan memperbaiki tingkat kesuburan lahan, tetapi sekaligus juga akan merebut simpati konsumen dunia terhadap kakao Indonesia, sejalan dengan semakin mencuatnya perhatian masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan dan keamanan pangan, demikian tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian menyatakan sependapat dengan hal itu dan menjelaskan bahwa program revitalisasi kakao di Indonesia, yang dianggarkan dengan dana Rp. 1 Trilyun pada tahun 2009 ini sejalan dengan issu tersebut. Mentan juga menghargai langkah-langkah inisiasi yang telah dilakukan oleh PT MARS khususnya di Sulawesi Selatan, yaitu melakukan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat, diantaranya melalui penyebarluasan dan pembinaan paket teknologi kompos kulit kakao, “klinik kakao” sebagai tempat konsultasi terpadu tentang segala aspek yang terkait dengan agribisnis kakao di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, serta rencana PT MARS Indonesia untuk melatih para petani kakao untuk mengolah produk-produk sampingan kakao yang selama ini dibuang sebagai sampah, menjadi produk hilir yang bernilai tambah tinggi dan akan diekspor ke Amerika Serikat.

Pada kesempatan tersebut, Mentan dan Mr. Mars sepakat akan meningkatkan kerjasama pemberdayaan masyarakat petani kakao ini dan sekaligus bertekad membangun citra kakao Indonesia di pasar Internasional sebagai “Green Cacao” melalui program “Cacao Sustainability Partnership”.

Sumber : Petani Indonesia

Hello world!

April 17, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.